Bagaimana Cara Memilih Pelapis Anti Bocor Yang Tepat ?

Salah satu masalah yang sering dihadapi kala musim hujan adalah Bocor dan Rembes. Bagian terpenting rumah yang sering terjadi bocor atau rembes adalah atap dan tembok. Biasanya diawali dengan timbulnya retak sehingga memudahkan air hujan masuk melalui celah retakan tersebut.

Sebenarnya untuk memperbaikinya tidaklah sulit, Anda cukup menggunakan pelapis anti bocor atau waterproofing untuk memperbaiki bagian yang bocor atau rembes tersebut. Namun ada banyak macam pelapis anti bocor yang beredar di pasaran. Di TV pun ada banyak iklan produk bermunculan, tapi pelapis anti bocor mana yang cocok untuk mengatasi masalah yang Anda hadapi ?

Apa itu Pelapis Anti Bocor ?

Mengutip dari situs kamuslengkap.com, waterproofing atau pelapis anti bocor memiliki arti “pembuatan tahan air;  sesuatu zat atau bahan untuk membuat tahan air”. Artinya dengan menggunakan waterproofing kita dapat membuat suatu permukaan / substrat menjadi tahan air.

Secara umum pelapis anti bocor dibagi menjadi :

1. Pelapis Anti Bocor Berbahan Dasar Acrylic Polymer / Waterproofing Coating

Pelapis anti bocor jenis ini berbentuk satu komponen yakni berupa pasta dikemas dalam pail, praktis dan siap pakai. Bahan ini sangat efektif untuk diaplikasikan pada area lapisan dinding luar (exterior), wuwungan genteng, ban-banan perbatasan genteng dengan tembok.

Setelah kering, akan membentuk lapisan karet yang fleksibel.

Dalam dunia bahan bangunan, pelapis anti bocor jenis ini menjadi favorit para produsen, sehingga tak heran ada puluhan lebih merk yang beredar dengan menggunakan bahan dasar ini. Tentu kualitas lah yang akhirnya membedakan merk merk tersebut.

2. Pelapis Anti Bocor Berbahan Dasar Semen dan Polymer Acrylic (Cementitious Waterproofing)

Adalah pelapis anti bocor berbahan dasar utama semen dan acrylic. Terdiri atas 2 komponen yaitu bubuk dan cairan yang dikemas terpisah.

Ketika masih basah, campuran akan berbentuk pasta semen cair dan setelah kering akan membentuk lapisan kedap air yang bersifat fleksibel.

Pelapis jenis ini biasa dipakai untuk melapisi beton (agar kedap air) pada daerah–daerah basah seperti : atap beton dan talang air, toilet, kamar mandi, dapur, kolam, bak penampungan air.

Selain itu juga dipakai sebagai lapisan pelindung beton dan tulangannya dari gas–gas yang dapat merusak beton beton seperti karbondioksida, khlorida, dan lainnya.

3. Pelapis Anti Bocor Sistem Bakar (Torch on Waterproofing Membrane)

Pelapis Anti Bocor jenis ini terbuat dari bitumen dengan ketebalan 3 mm berwarna hitam untuk melapisi permukaan beton dengan cara dipanaskan atau dibakar pada satu sisi permukaan lembaran hingga meleleh dan ditempelkan ke permukaan beton yang berfungsi agar permukaan beton dan strukturnya tidak dapat ditembus air.

Biasa digunakan terutama untuk melindungi struktur beton yang luas seperti atap gedung, basement, terowongan dan lainnya

Bijak Dalam Memilih Pelapis Anti Bocor

Dalam kenyataannya, Pelapis Anti Bocor jenis Coating lebih banyak dipakai sebagai pelapis anti bocor untuk segala bidang mulai dari dinding, dak beton hingga kolam, hal ini tidak bisa lepas dari mindset masyarakat yang terbentuk dari iklan atau promosi produk jenis ini banyak bertebaran di media. Tapi apakah benar pelapis anti bocor jenis coating bisa dipakai untuk segala bidang, misalnya dak beton ?

Jawabannya “Bisa-Bisa saja”, tetapi daya tahan tidak akan lama dan kekuatannya tak akan sebagus pelapis anti bocor jenis cementitious ataupun pelapis anti bocor jenis membran yang memang dikhususkan untuk dak beton terbuka.

Jadi bijak-bijaklah dan teliti dalam memilih pelapis anti bocor, pakai produk sesuai dengan peruntukannya maka hasil yang didapat akan lebih bagus terlebih bila diaplikasikan untuk bangunan sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!